Tag: Islam

Keutamaan Kalimat Thoyyibah

Sudah 2 pekan kita menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan. Bagaimanakah kualitas dan kuantitas ibadah anda? Saya berdoa semoga semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya ya…

Semua orang bisa meningkatkan kuantitas ibadahnya, namun hal ini tidak terlepas dari kualitas ibadah yang dilaksanakannya. Bagi insan yang telah merasakan nikmatnya beribadah (kualitas ibadahnya sudah baik dan mampu mengendalikan hawa nafsunya) tanpa paksaan kepada diri sendiri dengan sendirinya kuantitas ibadahnya akan meningkat.

Tiap waktu, daripada lidahnya berbicara yang tidak berguna bahkan kotor, ia gunakan untuk menyebut kalimat thoyyibah (Laa Ilaaha Illalloh). Tidakkah diketahui bahwa berdzikir adalah sangat besar pahala serta manfaatnya.

(continue reading…)


Menjaga Lisan Dari Mengutuk dan Melaknat

Sebagian wanita begitu mudah melaknat orang yang ia benci bahkan orang yang sedang berpekara dengannya, sama saja apakah itu anaknya, suaminya, hewan atau selainnya.

Kata laknat yang sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia memiliki dua makna dalam bahasa Arab :

Pertama : Bermakna mencerca.

Kedua : Bermakna pengusiran dan penjauhan dari rahmat Allah.

Ucapan laknat ini mungkin terlalu sering kita dengar dari orang-orang di lingkungan kita dan sepertinya saling melaknat merupakan perkara yang biasa bagi sementara orang, padahal melaknat seorang Mukmin termasuk dosa besar. Tsabit bin Adl Dlahhak radhiallahu ‘anhu berkata :

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya.’ ” (HR. Bukhari dalam Shahihnya 10/464)

Ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : ((“Fahuwa Kaqatlihi”/Maka ia seperti membunuhnya)) dijelaskan oleh Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam kitabnya Fathul Bari : “Karena jika ia melaknat seseorang maka seakan-akan ia mendoakan kejelekan bagi orang tersebut dengan kebinasaan.”

Sebagian wanita begitu mudah melaknat orang yang ia benci bahkan orang yang sedang berpekara dengannya, sama saja apakah itu anaknya, suaminya, hewan atau selainnya.

Sangat tidak pantas bila ada seseorang yang mengaku dirinya Mukmin namun lisannya terlalu mudah untuk (continue reading…)


Pidato Rosululloh SAW Menyambut Bulan Ramadhan

Dari Salman r.a meriwayatkan, “Pada hari terakhir bulan sya’ban, Rosululloh saw berkhutbah kepada kami, “wahai manusia, kini telah dekat kepadamu satu bulan yang agung, bulan yang sarat dengan berkah, yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik (nilainya) dari seribu bulan. Inilah bulan yang Alloh tetapkan puasa di siang harinya sebagai fardhu, dan sholat tarawih di malam harinya sebagai sunnah. Barang siapa ingin mendekatkan dirinya kepada Alloh di bulan ini dengan suatu amalan sunat, maka pahalanya seolah – olah dia melakukan amalan fardhu pada bulan – bulan yang lain. Dan barang siapa melakukan amalan fardhu pada bulan ini, maka dia akan dibalas dengan pahala seolah – olah telah melakukan tujuh puluh amalan fardhu pada bulan yang lain. Inilah bulan kesabaran dan ganjaran bagi kesabaran yang sejati adalah surga, bulan ini juga merupakan bulan simpati terhadap sesama. Pada bulan inilah rezeki orang – orang beriman ditambah. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka puasa) kepada orang yang berpuasa maka kepadanya dibalas dengan keampunan terhadap dosa – dosanya dan dibebaskan dari api neraka jahanam dan dia juga memperoleh ganjaran yang sama sebagai mana orang yang berpuasa tadi tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.” (continue reading…)


Tanda Orang Beruntung

Tanda orang yang beruntung :

  1. Selalu mengingat akan kesalahannya. dengan begitu, ia akan terdorong untuk lebih meningkatkan amal ibadahnya untuk menutup kesalahan yang telah dilakukannya.
  2. Lupa akan amal ibadah yang telah ia kerjakan. dengan begitu ia akan terus rajin dalam melaksanakan ibadah.
  3. Melihat ke atas dalam urusan agama. dengan begitu ia akan selalu merasa termotivasi untuk meningkatkan amal ibadah.
  4. melihat ke bawah dalam urusan dunia. dengan begitu ia akan selalu bersyukur atas semua yang telah dimilikinya dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.

Keutamaan Membaca Al Qur’an I

Alloh Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Alloh dan mendirikan sholat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Alloh menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Menyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)

Ada dua cara seseorang di dalam membaca kitab Alloh. Pertama, tilawah hukmiyyah, yaitu membenarkan segala berita yang ada di dalamnya dan menerapkan hukum-hukumnya dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, tilawah lafhzhiyyah atau qira’atul Qur’an, banyak sekali nash-nash yang menyebut fadilahnya. Dalam Shahih Bukhari, disebutkan riwayat dari Utsman bin Affan bahwa Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Dalam Shahihain, disebutkan pula hadits dari Aisyah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para (continue reading…)


  • Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

  • Data

  • Categories

  • Copyright © 1996-2010 InsanKamil(dot)com. All rights reserved.
    iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress
    SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline