Banyak kenangan manis dan banyak pula kenangan pahit. Namun seperti namanya, kenangan adalah suatu kejadian yang telah terjadi pada masa yang telah kita lewati dan tidak mungkin kita dapat kembali ke masa itu. Ingatlah bahwa hidup adalah sebuah perjalanan. Yang terpenting adalah mengambil pelajaran sebaik mungkin dari kenangan yang telah terjadi.
Bila hari kemarin / pada masa lalu mempunyai banyak kejadian buruk, segera lupakan kenangan itu dan ambillah hikmah serta pelajaran yang sangat berharga. Dengan mengingat bahwa hidup adalah hari ini, kita akan mempunyai motivasi berlipat dan mengerahkan semua kemampuan terbaik dari dalam diri kita yang tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap meningkatnya kualitas hidup.
Jadi, waktu serta hidup adalah sangat penting. Seberapa pentingnya, mari berandai – andai seolah – olah kita adalah :
- Seorang siswa SMA yang gagal dalam menempuh ujian akhir setelah 3 tahun belajar. 3 tahun berjuang dalam pelajaran menjadi sia – sia. Mengapa 3 tahun bisa sia – sia?
- Seorang Ibu yang melahirkan bayi premature setelah mengandung selama 6 bulan. Seandainya 3 bulan kemudian baru lahir, ada harapan bayinya akan lahir dengan selamat kan?
- Seorang pekerja yang mendapatkan upah harian demi menghidupi 2 anak serta istri. Seandainya dia tidak bekerja 1 hari saja, anak istrinya akan makan apa?
- Seorang turis yang ketinggalan pesawat karena terlambat hanya 5 menit sebelum pemberangkatan. Hanya karena 5 menit saja, dia tertinggal penerbangan liburannya. Sungguh sangat berharga 5 menit ini.
- Seorang yang selamat dari kecelakaan maut.
- Seorang atlet yang hanya tertinggal beberapa mili detik sehingga hanya menjadi runner up. Tertinggal hanya 0,05 detik. Sungguh sangat berharga 0,05 detik ini.
Yang namanya hidup adalah detik ini, menit ini, jam ini dan hari ini. Bukan hari kemarin atau hari esok. Jadi yang penting, setelah mengingat bahwa hidup adalah hari ini, jangan menunda apapun yang telah direncanakan hari kemarin. Kerjakan hari ini juga dan sebaik mungkin karena kita tidak tau apakah besok masih diberi kesempatan untuk bernafas atau malah membeku tidak bernafas.
Di dalam bekerja ingatlah bahwa seolah – olah kita akan hidup selamanya, dan di dalam beribadah, ingatlah bahwa seolah – olah kita akan mati esok hari. Hiduplah pada waktu ini, bukan hidup untuk meratapi yang telah lalu, dan teruslah jaga asa untuk menghadapi esok hari. Sambut hari baru dengan asa atau harapan baru.
Semoga bermanfaat …
Artikel Terkait
Tags: Kehidupan