Menjadi Hamba Yang Pandai Bersyukur
Sudah kita ketahui bersama sebagai seorang muslim bahwa Alloh, Tuhan semesta alam yang telah menciptakan kita sehingga sekarang ini kita berada di dalam dunia milik-Nya. Dia lah yang telah memberikan nikmat yang sangat banyak kepada kita, baik nikmat itu kita sadari ataupun tidak disadari.
Semenjak dalam kandungan ibu, kita telah menerima nikmat dan rahmat yang tidak terhitung banyaknya dari Alloh swt. Hingga saat anda membaca tulisan ini, saya yakin anda masih diberi nikmat oleh Alloh swt dalam setiap tarikan serta hembusan nafas anda.
Pada waktu lahir, kita tidak membawa apapun, selanjutnya kita diberikan mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, lidah untuk berbicara, akal pikiran untuk berpikir apa yang baik dan buruk bagi kita serta nikmat lain yang tidak terhitung banyaknya. Apa arti semua itu? Tidak lain adalah agar kita menjadi hamba yang bersyukur, bersyukur dengan cara menjalankan ibadah serta taat kepada-Nya.
Sudahkah dipikirkan bahwa Alloh lah yang memberi nikmat serta rahmat kepada kita, dan Dia dapat mengambil nikmat serta rahmat yang diberikan-Nya dari kita dengan mudah karena Dia benci kepada kita karena kesombongan kita dan kelalaian serta kenekatan melawan semua yang telah dilarang-Nya?
Ketahuilah serta laksanakanlah dengan semaksimal mungkin semua hal yang menjadi kewajiban kita kepada Alloh swt serta tinggalkan semua hal yang telah dilarang oleh-Nya, agar kita menjadi hamba yang dicintai oleh-Nya serta mendapat ridho dari-Nya. Nikmat yang lebih besar manakah yang dapat menandingi bahwa kita dicintai dan diridhoi oleh Alloh swt?
Kita harus meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa semua hal yang telah diperintahkan oleh Alloh swt adalah yang terbaik untuk kita. Jangan sampai kita terlena oleh kesenangan dunia yang fana (pasti akan rusak) ini sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban kita terhadap-Nya.
Tanda bahwa Alloh swt mengasihi hamba-Nya yaitu Alloh swt telah mengutus utusan-Nya untuk menyampaikan risalah dari-Nya. Lewat utusan-Nya ini lah kita mendapatkan pengetahuan apa saja kewajiban kita terhadap-Nya, apa saja yang dilarang oleh-Nya. Dan utusan-Nya yang terakhir yang wajib kita ikuti yaitu Nabi agung Muhammad saw. Beliaulah penutup para rosul serta nabi. Tidak ada nabi selanjutnya setelah beliau.
Nabi agung Muhammad saw tidak menyampaikan risalah karena kehendak hawa nafsunya, semua hal yang disampaikan darinya adalah berasal dari wahyu Alloh swt. Sehingga taat kepada Rosululloh saw juga berarti taat kepada Alloh swt. Warisan dari Rosululloh saw yang harus menjadi pegangan hidup kita agar selamat dunia dan akhirat adalah Al Qur’an dan Hadits.
Belum bisa dikatakan iman sempurna bila kita belum bisa mencintai Alloh swt serta Utusan-Nya melebihi cinta kita kepada yang lainnya termasuk diri kita sendiri. Sudahkah anda mencintai Alloh swt dan Rosul-Nya melebihi cinta anda kepada diri anda sendiri?


0 comments
Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment