Wahab bin Munabbih rah.a berkata, “Mohonlah kepada Alloh melalui sholat agar segala kebutuhanmu dipenuhi-Nya. Orang – orang terdahulu apabila mereka tertimpa suatu bencana, langsung melaksanakan sholat.”
Beliau bercerita, “Di Kuffah ada seorang kuli pemikul barang yang sangat dipercaya oleh orang – orang karena sifat amanahnya. Dia membawa barang dagangan para pedagang, uang, dan lain sebagainya.
Pada suatu hari, ketika berada dalam perjalanan, dia bertemu dengan seorang lelaki dan bertanya kepadanya, “Akan pergi kemana Anda?”
“Ke suatu kota.” Jawab kuli itu.
Lelaki itu berkata, “Saya juga akan pergi kesana. Saya tidak sanggup berjalan kaki bersamamu, apakah saya diperbolehkan untuk mengendarai keledaimu dengan bayaran satu dinar?”
Kuli itu menyetujuinya, lalu lelaki itu mengendarai keledai. Di tengah jalan, mereka mendapati dua persimpangan jalan. Orang itu bertanya, “Jalan mana yang akan engkau lalui?” Kuli itu memberi tahu bahwa ia akan menuju ke arah jalan umum.
Tetapi lelaki itu berkata, “Jalan yang satu ini lebih dekat dan banyak kemudahan bagi keledai ini, sebab banyak sekali rumput tumbuh disana.”
Kuli itu berkata, “Tapi saya belum pernah melewati jalan ini.”
Lelaki itu berkata lagi, “Saya sering melewatinya.”
“Baiklah,” kata si kuli setuju, “Kita lewati jalan ini saja.”
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sampai di sebuah jalan buntu di sebuah hutan lebat yang menyeramkan. Di sana terdapat banyak sekali mayat berserakan. Orang itu turun dari keledai sambil mengeluarkan senjata tajam berniat hendak membunuh si kuli. “Janganlah lakukan hal itu.” Kata si kuli, “Ambillah keledai ini dan barang – barang ini kalau itu keinginanmu, tapi jangan bunuh saya.” Namun lelaki itu tidak mengindahkannya bahkan bersumpah akan membunuh si kuli terlebih dahulu sebelum mengambil semua barangnya.
Kuli itu memohon sambil memelas, namun orang zhalim itu sama sekali tidak menghiraukannya. “Baiklah,” kata si kuli. “Kalau begitu izinkanlah saya melaksanakan sholat dua rakaat untuk yang terakhir kalinya,”
Lelaki itu berkata sambil tertawa mengejek, “Cepat lakukan sholat, mayat – mayat itupun mengajukan permohonan yang sama, namun sholatnya sama sekali tidak memberi faedah apapun.”
Kuli itu mulai melaksanakan sholat, namun setelah membaca surat al Fatihah, dia tidak dapat mengingat satu surat pun, sedangkan lelaki itu menyuruh si kuli agar mempercepat sholatnya. Tanpa di sengaja mulut si kuli mengucapkan sebuah ayat yang artinya “Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesulitannya. “ (Qs. An Naml ayat 62)
Dia membaca ayat tersebut sambil menangis. Tiba – tiba muncullah seorang penunggang kuda memakai topi besi yang gemerlapan. Dia menikam si zhalim itu hingga tewas. Dari tempat jatuhnya si zhalim itu keluarlah nyala api. Tanpa sadar orang yang sholat itu jatuh bersujud dan bersyukur ke Hadirat Alloh. Setelah sholat, ia berlari mengejar pengendara kuda tadi dan berkata, “Demi Alloh, beritahu saya siapakah engkau dan dari manakah engkau datang?” Penunggang kuda itu menjawab, “Saya adalah penjaga ayat yang engkau baca tadi. Sekarang engkau selamat, silahkan engkau pergi kemana saja engkau suka.” Setelah berkata demikian, dia pun pergi.
Sholat adalah modal besar. Selain penyebab keridhaan Alloh, ia juga penyebab keselamatan dari kebanyakan musibah di dunia dan menghasilkan ketenangan hati.
Ibnu Sirrin rah.a berkata apabila saya diberi pilihan antara masuk surga dan melaksaanakan sholat, maka saya memilih sholat dua rakaat. Karena masuk surga adalah kehendak hawa nafsu saya, sedangkan sholat dua rakaat adalah keridhaan Tuhan saya.
Rasulullah saw bersabda, alangkah pantas dicemburuinya seorang muslim yang ringan, sederhana (tidak terlalu dibebani oleh anak istrinya) mendapatkan bagian yang banyak dari sholatnya, rezekinya hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhannya dan dia bersabar atasnya, beribadah kepada Alloh dengan baik, tidak terkenal, mudah ketika meninggal, tidak banyak harta warisannya dan tidak banyak orang yang menangisinya (Al Jami’us Shaghir)
Sebuah hadits menyebutkan, perbanyaklah melakukan sholat di rumahmu, niscaya kebaikan di rumahmu akan semakin bertambah. (Fadhail A’mal)