Member Login

Lost your password?

Registration is closed

Sorry, you are not allowed to register by yourself on this site!


Keutamaan Niat

Setiap hari kita menjalani rutinitas sehari-hari. Pelajar setiap pagi berangkat ke sekolah, Ayah pergi bekerja, ibu mengurusi kesibukan di rumah mulai dari memasak, mencuci, dan sebagainya, dan masih banyak rutinitas yang lain.

Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan sehingga berjalan sendiri, kita seringkali hanya menjalankan kegiatan rutinitas sehari-hari tanpa disertai niat. Padahal posisi niat adalah sangat utama di dalam menjalankan suatu kegiatan.

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob r.a, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda”, : “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) . (arba’in nawawi)

Seperti dijelaskan dalam hadits di atas bahwa semua perbuatan tergantung dari niatnya. Dan apa yang akan dia dapatkan adalah apa yang dia niatkan. Niat yang utama yaitu mencari keridhoan dari Alloh swt. Mengapa? Kita hidup berada dalam bumi milik Alloh swt, makan dari rezeki yang diberi oleh Alloh swt, dan semuanya berasal dari Alloh swt. Andaikata Alloh swt tidak ridho kepada kita, mau kemana lagi kita akan mengadu dan meminta?

Bagi seorang kepala keluarga, niat mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya hendaknya juga diniati untuk mencari ridho Alloh swt, sehingga hasil (pahala) yang akan didapatkan berlipat ganda. Memang, antara manusia yang berilmu dengan manusia yang tidak berilmu terdapat perbedaan yang begitu jauh. Ilmu adalah cahaya. Oleh karena itu, ilmu adalah harus dicari hingga akhir hayat kita. Mencari ilmu bisa dimana saja. Dunia ini adalah kampus yang sangat luas. Niat mencari ilmu demi mencapai keridhoan Alloh swt.

Artikel Terkait

Tags: ,

Leave a Reply


SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline